<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Civil Liberties on Kasus HAM Internasional</title><link>https://kasusham.com/tags/civil-liberties/</link><description>Recent content in Civil Liberties on Kasus HAM Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2026 11:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kasusham.com/tags/civil-liberties/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Perlawanan dari Balik Hijab: Perjuangan Perempuan Iran untuk Kesetaraan dan Kebebasan</title><link>https://kasusham.com/posts/iran-women-protest/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 11:00:00 +0700</pubDate><guid>https://kasusham.com/posts/iran-women-protest/</guid><description>&lt;p&gt;Sejak gelombang protes besar yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini beberapa tahun silam, lanskap sosiopolitik di Iran tidak pernah lagi sama. Memasuki tahun 2026, perjuangan perempuan Iran telah berevolusi dari sekadar protes jalanan menjadi gerakan pembangkangan sipil yang sistematis dan mendalam. Fenomena ini bukan lagi sekadar isu pakaian, melainkan tuntutan mendasar atas &lt;strong&gt;otonomi tubuh&lt;/strong&gt;, hak politik, dan penghapusan struktur hukum yang membatasi ruang gerak perempuan di ruang publik.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="simbolismo-dan-pembangkangan-keseharian"&gt;Simbolismo dan Pembangkangan Keseharian&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Di kota-kota besar seperti Teheran, Isfahan, dan Shiraz, tindakan melepas hijab di depan umum telah bertransformasi dari aksi sporadis menjadi bentuk perlawanan sehari-hari. Meskipun menghadapi risiko penangkapan dan sanksi sosial-ekonomi yang berat, banyak perempuan Iran memilih untuk tetap menampakkan identitas mereka sebagai warga negara yang bebas.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>