<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>HAM on Kasus HAM Internasional</title><link>https://kasusham.com/tags/ham/</link><description>Recent content in HAM on Kasus HAM Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 14:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kasusham.com/tags/ham/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Suara yang Dibungkam: Meningkatnya Kekerasan Terhadap Jurnalis di Amerika Latin</title><link>https://kasusham.com/posts/press-freedom-protest/</link><pubDate>Tue, 27 Jan 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://kasusham.com/posts/press-freedom-protest/</guid><description>&lt;p&gt;Amerika Latin tetap menjadi salah satu wilayah paling berbahaya bagi profesi jurnalis di luar zona perang aktif. Memasuki tahun 2026, pola kekerasan terhadap pekerja media telah bergeser dari ancaman fisik konvensional menjadi serangan terstruktur yang melibatkan kolusi antara aktor politik korup dan kartel narkoba lintas negara. Membungkam jurnalis bukan lagi sekadar upaya menghentikan satu berita, melainkan strategi sistematis untuk melanggengkan impunitas dan menghancurkan akuntabilitas publik.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="geografi-bahaya-titik-panas-kekerasan-pers"&gt;Geografi Bahaya: Titik Panas Kekerasan Pers&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Meksiko, Guatemala, dan Kolombia terus menduduki peringkat atas dalam daftar negara dengan tingkat risiko tertinggi. Di wilayah ini, jurnalis lokal yang meliput isu korupsi tingkat kotamadya atau kejahatan lingkungan sering kali menjadi target utama karena posisi mereka yang terpapar langsung tanpa perlindungan memadai.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Kasus HAM Internasional: Tinjauan Hukum dan Keadilan Global</title><link>https://kasusham.com/posts/analisis-ham-internasional/</link><pubDate>Fri, 23 Jan 2026 17:24:14 +0000</pubDate><guid>https://kasusham.com/posts/analisis-ham-internasional/</guid><description>&lt;p&gt;Isu Hak Asasi Manusia (HAM) dalam lanskap global tidak sekadar berbicara mengenai moralitas, melainkan tentang struktur hukum yang kompleks, kedaulatan negara, dan tanggung jawab komunitas internasional untuk melindungi (Responsibility to Protect). Dalam dekade terakhir, dinamika penegakan hukum terhadap pelanggaran HAM berat—genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan agresi—telah mengalami evolusi yang signifikan. Artikel ini akan membedah anatomi kasus-kasus HAM internasional, meninjau kerangka hukum yang melandasinya, serta mengevaluasi efektivitas mekanisme peradilan global yang ada saat ini.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>