<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Lingkungan on Kasus HAM Internasional</title><link>https://kasusham.com/tags/lingkungan/</link><description>Recent content in Lingkungan on Kasus HAM Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 09:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kasusham.com/tags/lingkungan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Genosida Budaya di Amazon: Ancaman Pembangunan terhadap Masyarakat Adat</title><link>https://kasusham.com/posts/amazon-indigenous-rights/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 09:15:00 +0700</pubDate><guid>https://kasusham.com/posts/amazon-indigenous-rights/</guid><description>&lt;p&gt;Hutan hujan Amazon sering dijuluki sebagai &amp;ldquo;paru-paru dunia,&amp;rdquo; namun bagi jutaan masyarakat adat yang mendiaminya, wilayah ini adalah ruang hidup, memori kolektif, dan identitas spiritual. Memasuki tahun 2026, tekanan dari proyek pembangunan infrastruktur, pertambangan ilegal, dan perluasan lahan agribisnis telah mencapai titik kritis. Fenomena ini bukan lagi sekadar isu deforestasi, melainkan sebuah &lt;strong&gt;genosida budaya&lt;/strong&gt; yang sistematis—penghancuran cara hidup masyarakat yang telah menjaga keanekaragaman hayati selama ribuan tahun.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="perampasan-lahan-development-vs-sovereignty"&gt;Perampasan Lahan: &amp;lsquo;Development&amp;rsquo; vs &amp;lsquo;Sovereignty&amp;rsquo;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Inti dari konflik di Amazon adalah benturan antara ambisi ekonomi nasional dengan hak kedaulatan ulayat. Proyek-proyek yang sering kali dilabeli sebagai &amp;ldquo;pembangunan strategis&amp;rdquo; kerap kali mengabaikan prinsip &lt;em&gt;Free, Prior, and Informed Consent&lt;/em&gt; (FPIC) atau Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>